Work From Home
"Waspada Boleh, Panik Jangan"

Update Covid19
sipena

SIPENA LIMBAH

Sistem Informasi Pelaporan
Neraca Limbah B3

sibling

SIBLING

Sistem Informasi Laboratorium Lingkungan

simora

SIMORA

Sistem Informasi
Monitoring Udara

KEE
KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL





Gresik, Kamis 3 Juni 2021

Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day WWD) yang diperingati setiap tanggal 2 Februari merupakan hari peringatan ditandatanganinya perjanjian internasional untuk melindungi lahan basah di seluruh dunia, atau lebih dikenal dengan Konvensi Ramsar, di Kota Ramsar, Iran pada tahun 1971. Konvensi ini merupakan konvensi konservasi sumber daya alam tertua di Dunia. Tujuan konvensi ini adalah untuk mendorong upaya konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara bijaksana melalui aksi nasional dan kerjasama internasional untuk mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan di seluruh dunia.

Saat ini, luas lahan basah dunia diperkirakan mencapai ± 1.200 juta ha atau lebih dari 6% dari luas total permukaan bumi. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki ekosistem lahan basah terluas di Asia, setelah China, dengan luas lahan basah sekitar ± 40,5 juta Ha, atau sekitar 20% dari luas kawasan Indonesia. Dengan luasan lahan basah yang besar ini terkandung berbagai keanekaragaman hayati yang sangat penting dan bernilai, yang semuanya merupakan aset yang dimiliki Indonesia dan penting bagi upaya pembangunan bagi kesejahteraan manusia.

Sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Ramsar, Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK selaku Administrative Authority Ramsar Indonesia, berkewajiban untuk mensosialisasikan nilai penting lahan basah kepada seluruh lapisan masyarakat diantaranya melalui penyelenggaraan Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day/ WWD) setiap tahunnya.

Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (WWD) tahun 2021 diselenggarakan oleh Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Ditjen KSDAE (selaku National Focal Point Ramsar Indonesia), bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, serta para pihak dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman atas nilai dan fungsi lahan basah di Indonesia yang merupakan aset nasional, sebagai sistem penyangga kehidupan, meningkatkan peran serta memperkuat komitmen para pihak dalam pengelolaan dan pembangunan lahan basah di Indonesia baik pada tingkat kabupaten, provinsi dan kementerian.

Tema global peringatan Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2021 adalah “Wetlands and Water”, yang dimaksudkan untuk mengangkat peran penting lahan basah sebagai sumber air tawar dan mendorong tindakan untuk memulihkan serta menghentikan kehilangan/kerusakan lahan basah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Ir. Mokhammad Najikh M.M, menerangkan kalau kehadiran KEE di tiga Desa pada Kecamatan Ujungpangkah ini secara tidak langsung menyeimbangkan Gresik sebagai Kota Industri. Meskipun banyak industri sebagai penyumbang zat karbondioksida pada udara tapi KEE ini menghasilkan oksigen sehat. Sehingga udara di Kabupaten Gresik khususnya tetap terjaga.

Kegiatan Perayaan WWD Tahun 2021 dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 Juni 2021 di Kawasan Mangrove Ujungpangkah, kawasan ini dan perairan disekitarnya telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui SK Gubernur Jawa Timur No: 188/233/KPTS/013/2020 tanggal 12 Mei 2020. KEE Ujung Pangkah memiliki luas 1.554,27 ha dengan status Areal Penggunaan Lain (APL), yang secara administratif berada pada 3 desa yaitu Desa Banyuurip, Desa Pangkahkulon, dan Desa Pangkahwetan dalam wilayah Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa [BPD] Desa Pangkah Kulon, Abdullah Hanif, dengan hadirnya KEE ini Kami menaruh harapan besar. Program KEE ini, selain konservasi lingkungan diharapkan juga mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Salah satunya, dengan pembuatan konsep desa wisata yang mengandalkan potensi alam seperti pantai, mangrove, dan wisata air. “Wisatawan dapat berkunjung yang otomatis mendongkrak perekonomian masyarakat. Apalagi nanti, ada olahan mangrove, selain produksi ikan yang dilakukan UMKM kami,” terangnya.

Masyarakat di kawasan KEE ini sudah terampil dalam mengolah potensi alam di sekitarnya. Seperti mengolah Mangrove menjadi sirup minuman serta kopi. Juga keripik dan stik mangrove. Selanjutnya, ada juga masyarakat yang memanfaatkan kerang hijau hasil budidaya nelayan laut dijadikan petis, kerupuk, serta camilan lainnya yang tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. "Bahan ini berbahan dasar mangrove, buahnya mampu Kami jadikan olahan kopi serta sirup yang menyegarkan. Ada juga stik mangrove," ujar salah satu pelaku UMKM di area Wisata Banyuurip Mangrove Center yang masuk KEE Gresik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [Bappeda] Kabupaten Gresik, Drs. Hermanto T.H. Sianturi, berpendapat bahwa KEE Mangrove Ujung Pangkah akan mengubah persepsi Gresik yang selama ini dikenal sebagai kawasan atau daerah industri. KEE yang berada di tiga desa ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian serta melindungi ekosistem pantai yang tergerus. Kawasan ini juga akan diajukan sebagai situs Ramsar sesuai Konvensi Ramsar. “Langkah-langkah seperti edukasi, bentuk pengelolaan, keterlibatan dan peran serta masyarakat dan para pihak, telah disiapkan. Semua perlu dipertajam dan dirancang dalam konsep konservasi lingkungan, namun tetap dapat dimanfaatkan masyarakat”.

KEE Ujung Pangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut. Potensi keanekaragaman hayati di KEE Ujungpangkah meliputi 17 jenis mangrove dan 72 jenis burung air, baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus), dan beberapa jenis berstatus Endangered menurut IUCN Red List dan dilindungi Undang-Undang.

Peringatan Hari Lahan Basah tahun 2021 dilaksanakan melalui beberapa rangkaian kegiatan antara lain penyusunan dokumen usulan KEE Ujung Pangkah sebagai situs Ramsar, lomba menggambar dan fotografi secara virtual, media gathering (kunjungan ke KEE Ujung Pangkah), penyerahan apresiasi Direktur Jenderal KSDAE, Talk Show dengan tema “Lahan Basah dan Air” serta Pelepasliaran burung Kowak malam kelabu dan Ibis kepala hitam.

Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia diawali dengan lomba menggambar dan fotografi yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 23 Mei 2021. Lomba menggambar diikuti dengan jumlah peserta 205 orang (SD 90 orang, SMP 83 orang, SMA 32 orang), sedangkan lomba fotografi berjumlah 138 orang. Pada tanggal 2 Juni 2021 dilanjutkan dengan agenda media gathering/ kunjungan ke KEE Mangrove Ujungpangkah.

Puncak Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (WWD) 2021 diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2021 dan dihadiri ± 150 undangan (50 offline dan 100 online) dengan protokol Kesehatan yang ketat. Peserta terdiri dari berbagai pihak diantaranya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, UPT Pengelola Situs Ramsar, UPT Ditjen KSDAE, Akademisi dan pelajar sekolah, Tokoh Masyarakat, NGO, Komunitas Pencinta Lingkungan, serta pihak Swasta Sektor di wilayah Gresik (PT Petrokimia Gresik, PT. Smelting, Semen Gresik dan Saka Indonesia Pangkah Limited/ PGN Saka) di wilayah Gresik yang terkait dengan penggunaan lahan basah yang ada di Indonesia.

Acara puncak berupa talk show dengan tema “Lahan Basah dan Air” dengan narasumber Direktur Jenderal KSDAE, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Bupati Gresik dan Direktur PGN Saka, yang kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan dokumen pengusulan KEE Mangrove Ujungpangkah sebagai Ramsar Site oleh Bupati Gresik, penyerahan hadiah pemenang lomba menggambar dan fotografi serta penyerahan apresiasi Direktur Jenderal KSDAE, acara diakhiri dengan pelepasliaran burung kehabitat alaminya di KEE Mangrove Ujungpangkah sejumlah 25 ekor yaitu burung Kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax) sebanyak 10 ekor dan Ibis putih kepala hitam (Threskiornis melanopcephalus) sebanyak 15 ekor.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan basah, meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah dan para pihak dalam bidang konservasi lahan basah, serta dapat merekomendasikan gagasan atau kebijakan-kebijakan baru untuk perlindungan ekosistem lahan basah Indonesia yang lestari dan berkelanjutan.

Kontak

  • Dinas Lingkungan Hidup Kab. Gresik
  • Jl. KH. Wakhid Hasyim No 17, Gresik
  • Telp. (031) 3981780 Fax. (031) 3973666
  • dinaslingkunganhidupgresik@gmail.com