GRESIK — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menggelar Workshop Pesantren Ramah Lingkungan “Dari Aksi Nyata Menuju Penghargaan Ecopesantren”, Selasa (29/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Putri Mijil, Kompleks Pendopo Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DLH Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kepedulian dan peran aktif pondok pesantren terhadap pengelolaan lingkungan hidup, sekaligus mendorong semakin banyak pesantren di Kabupaten Gresik untuk mengikuti Penghargaan Ecopesantren.
Workshop dibuka langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan di sekolah, madrasah, maupun pesantren sebagai langkah untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, keterampilan, serta perilaku nyata dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, program Ecopesantren merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam sekaligus mewujudkan komunitas pondok pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah lingkungan. Melalui program tersebut diharapkan tumbuh generasi muda yang tangguh dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam menjaga kelestarian alam.
Saat ini, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 211 pondok pesantren di Kabupaten Gresik. Namun, baru dua pesantren yang telah memperoleh predikat Ecopesantren, yakni Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Munawwaroh Bungah pada 2021 dan Pondok Pesantren Refah Islami Sidayu pada 2025. Untuk tahun 2026, Pondok Pesantren Sunanul Muhtadin Sidayu menjadi satu-satunya pesantren yang diusulkan memperoleh penghargaan Ecopesantren.
Melalui workshop ini, DLH Kabupaten Gresik berharap semakin banyak pondok pesantren yang dapat mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan, sehingga mendorong lahirnya aksi nyata dalam pelestarian lingkungan serta bertambahnya Ecopesantren di Kabupaten Gresik.
Kegiatan diikuti oleh para pimpinan/pengasuh pondok pesantren dan menghadirkan narasumber dari DLH Provinsi Jawa Timur. Materi yang diberikan meliputi peran strategis pesantren dalam membangun generasi peduli lingkungan, dukungan kebijakan dan kolaborasi, serta kriteria dan tahapan mempersiapkan penghargaan Ecopesantren.
Dari aksi nyata, menuju pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah lingkungan.



.png)

